[Just FYI] Jangan Ikut Campur

Saat saya menulis ini, darah saya mendidih. Saya emosi. 

Saya memang baru jadi orangtua seumur jagung. Belum makan asam garam nya jadi orangtua. Tapi yang saya yakin, semua orangtua ingin yang terbaik bagi anak-anak mereka. Dan itulah yang setiap hari, setiap saat saya rasakan.

Kalau dulu saya bekerja sekedar untuk passion dan money, sekarang saya bekerja untuk keluarga. Salah satunya menabung untuk masa depan anak-anak. Dan again, tidak ada satu haripun dimana saya tidak menginginkan yang terbaik untuk anak-anak saya.

Makanya sekarang saya bisa mengerti sekali untuk belajar tutup mulut dan tidak membanding-bandingkan kalau ada orangtua yang punya gaya mendidik anak yang berbeda dengan saya.

Kenapa?

Karena walaupun cara mendidiknya berbeda, tujuannya sama. Why should we make it a war?!

Dan saya pun, setali tiga uang, sangat amat tidak suka saat parenting style saya di’kritik’. Apalagi dari orang yang belum tahu apa2 (baca: belum jadi orangtua). I swear, family or not, I am gonna ignore whatever you say.

Kenapa?

1. Saya dan suami saya tidak ignorant

Do you think I am gonna be that ignorant parent when it comes to the future of my children? Do you think that I am not preparing anything before I even decide on something for them? DO YOU SERIOUSLY THINK THAT I DIDN’T DO MY RESEARCH BEFORE?!

It’s not only an insult to our parenting style, it’s also an insult to our intelligence!

2. Saya dan suami saya tidak butuh saran anda. 

MYOB. Mind your own business. Period. Come back to us when you are a parent yourself. 

*

So yeah, people. Fair warning to you before you even open your mouth to ‘criticise’ me and my husband. DO YOUR HOMEWORK FIRST.

And yeah, KEEP IT TO YOURSELF. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *