Supaya Tetap “Waras” Menjadi Working Mom

Lagi-lagi dengan judul yang bombastis.

Well, I don’t exactly have a flair for choosing a catchy title, so bear with me ya?

Anyway, di tengah-tengah flu dan puyeng yang melanda sejak kemarin, saya jadi kepikiran – kalau lagi sakit gini, entah kenapa pikiran jadi makin banyak padahal harusnya saya istirahat dan rileks. Lalu saya pun berlanjut mikir, kenapa?

Simple aja sih jawabannya: karena rumah berantakan dan anak-anak tetap perlu makan, hahaha.

Waktu masih di Singapura, kami punya ART – jadi saya ngga terlalu pusing soal urusan rumah dan makan. Urusan saya cuma kerja dan main sama anak malam-malam dan weekend. Kalau dipikir-pikir lagi, it was such a privilege.

Sekarang di Berlin, jangankan ART, yang namanya childcare saja kebanyakan cuma sampai jam 5 sore dan kalau musim panas bisa tutup sampai 2-3 minggu layaknya orang kantoran, haha.

Intinya, di Berlin ini, semuanya harus kami lakukan sendiri. Untungnya, jam kerja kami lumayan fleksibel dan opsi untuk working from home juga available.

Back to the main story.

Karena rumah masih harus diurus, anak-anak masih harus tetap makan, dan kerjaan kantor pun tetap harus jalan – kami harus punya sistem di rumah dan di kantor.

Basically, these are what we do.

Monthly menu

Iyes, ga level lagi weekly menu, hahaha. Saya ga sanggup kalo tiap weekend harus dihabiskan buat bikin menu untuk minggu ke depannya. Jumat malam biasanya saya terlalu capek buat mikirin menu seminggu ke depan sementara kami cuma bisa belanja mingguan hari Sabtu. Hayati lelah kalau harus mikir malam-malam cyin~

Screen Shot 2018-04-21 at 1.12.05 AM
Kira-kira beginilah

Buat daftar pembagian kerjaan rumah

Again, ya namanya ga ada pembantu dan sama-sama kerja, kerjaan rumah juga mesti dibagi-bagi lah ya. Saya dan Suami punya jadwal sendiri buat kerjaan-kerjaan rumah semacam cuci baju, angkat jemuran, cuci piring, beres-beres ruang tengah sebelum tidur, dsb, dst. Daftar ini sangat membantu karena kadang-kadang kami lupa siapa yang ngerjain apa.

Buat bikin daftar ini bisa pake template yang banyak bertebaran di Pinterest. Saya sih bikin yang simple aja hahaha.

Screen Shot 2018-04-21 at 1.10.22 AM.png
Daftar kerjaan rumah

Buat daftar belanjaan di cloud

Ini penting sodara-sodara. Kami punya satu shared list di Google Keep (sebut merk gapapa ya, haha) yang kami isi dengan daftar groceries. Ini karena kami kadang harus belanja sepulang kantor kalau ada keperluan rumah tangga yang tiba-tiba habis. Dengan shared list ini, siapapun yang pulang lebih cepat bisa mampir ke toko terdekat di jalan pulang. Dan karena daftarnya di cloud, kalau ada yang kurang atau habis di satu tempat, bisa dibeli sama siapapun yang pulang belakangan.

Screen Shot 2018-04-21 at 1.08.30 AM
Daftar belanjaan di Google Keep

Cek kalendar kantor regularly

Ini membantu untuk kami mengatur waktu supaya bisa efisien di kantor dan tidak membawa kerjaan rumah pulang. Sebelum tidur biasanya saya memeriksa kalender saya untuk besok – misalnya saya ada meeting 2 jam, berarti ada 2 jam waktu kerja yang akan hilang dan kalau tidak saya kejar, mungkin ada kerjaan yang tidak akan selesai di kantor. Saya mensiasati dengan memotong waktu makan siang saya supaya bisa mengejar kerjaan.

Legowo

Rumah berantakan sedikit? Gapapa. Masakan kurang gurih? Gapapa. Ada bahan makanan yang busuk karena kelupaan di kulkas? GAPAPA.

Belajar buat menerima kalau kondisi seperti di atas itu ya… sangat mungkin terjadi. Dan kadang-kadang, itu bukan salah siapa-siapa.

Rumah berantakan masih bisa diberesin. Masakan yang kurang garam juga masih bisa dimakan pake bon cabe #eh. Bahan makanan yang busuk memang mesti dibuang, tapi masih bisa masak dengan bahan lain. Intinya, legowo.

Enjoy your time with the kids

Ya sebenarnya ini bukan kiat sih hahaha – tapi lebih ke cara supaya kami tetap bisa ‘bernafas’. At the end of the day, semua yang kami lakukan ini buat masa depan mereka juga. Kalau eventually ga bisa enjoy waktu dengan mereka, apa gunanya?

Kalau ditanya capek? Capeeekkk. Weekend itu bawaannya pengen tidur aja dan sejujurnya malas kemana-mana. Udah hampir 4 bulan saya beradaptasi dengan rutinitas ini dan sampai sekarang pun masih suka muncul godaan malas masak. GoFood mana GoFood. Sungguh, bersyukurlah ibu-ibu yang punya pilihan buat katering masakan atau pake GoFood, hahaha.

Di sisi lain, ini ‘memaksa’ kami untuk mandiri. Sebenernya ya, dengan ga punya ART, rasanya hidup kami jadi lebih tenang. Ga ada lagi perasaan was was kalau tiba-tiba ART minta pulang atau lagi ada masalah sama keluarganya. Privasi keluarga juga jadi lebih terasa. Anak-anak pun lebih dekat dengan kami karena ya mau lari kemana lagi muahahaha.

Harapannya ini bisa membantu kami membiasakan diri untuk kedepannya karena kami berencana untuk ga mengandalkan ART juga nanti kalau sudah pulang ke Indonesia. Mungkin akan cari bantuan buat bersih-bersih rumah dan cuci baju plus setrika – tapi pengennya sih ga usah cari yang sampe tinggal di rumah. Aku tak sanggup dengan dramanya 😀

Udah kepanjangan kayaknya :3 Entah kenapa, pembukaan sama endingnya kok jadi sama panjang sama inti tulisannya hahaha.

Selamat weekend,
92c4a39ccb411b660632f537ac085077
Credit for featured image

3 comments Add yours
    1. Iya mbak, brasa encok nya.. 😀 Insya Allah, mudah2an mereka jg bisa mandiri. Cowok2 jaman now harus bisa nyuci, masak, dan nyetriks dong haha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *