Diaspora

Bismillah,

Sebagai diaspora yang sudah merantau jauh dari tanah air sejak 13 tahun yang lalu, ada masa-masa dimana saya merasa homesick parah dan ingin sekali pulang. Back for good.

Saya kangen masakan Indonesia. Saya rindu jajanan-jajanan pinggir jalan yang kurang higienis tapi toh akan tetap saya lahap juga.

Saya kangen bertegur sapa dengan orang-orang dalam bahasa saya sendiri.

Saya rindu naik angkot. Turun seenaknya di tengah rute angkot tanpa harus memikirkan saya mestinya berhenti di bus stop yang mana.

Saya kangen tinggal di Jakarta – dengan segala kesemrawutan dan macetnya.

Saya rindu jadi bagian dari kota dimana saya menghabiskan 18 tahun pertama hidup saya.

Lalu saya sadar – kalaupun saya pulang sekarang, Jakarta yang sekarang sudah bukan lagi Jakarta yang saya rindukan.

Atau mungkin karena kalau saya pulang nanti, tantangan yang harus saya hadapi sudah berbeda dengan tantangan dari Jakarta 13 tahun yang lalu.

Saat saya back for good nanti, saya sudah harus memikirkan bagaimana bertahan hidup di Jakarta. Biaya sekolah, akses ke fasilitas kesehatan, sewa rumah, dsb, dst.

Mungkin wacana back for good ini hanya akan jadi wacana, atau mungkin akan kami eksekusi secepatnya. Who knows.

Yang jelas saat ini, detik ini, saya kangen Jakarta.

photo-1470847355775-e0e3c35a9a2c-1024x1280
Source: here

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *